Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Kaltim Pacu Transformasi Peternakan Modern untuk Dukung Pangan IKN

Dinas Peternakan Kaltim memacu transformasi sektor peternakan menjadi industri agribisnis modern untuk mendukung IKN. Berbagai program prioritas dijalankan demi ketahanan pangan.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur mentransformasi sektor peternakan menjadi agribisnis modern untuk mendukung kebutuhan pangan hewani Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (2/8/2026).

Kepala DPKH Provinsi Kalimantan Timur, Arif Murdiyanto, menjelaskan bahwa berbagai program prioritas telah dieksekusi. Program tersebut meliputi peningkatan populasi ternak, modernisasi teknologi, serta pengawasan ketat terhadap keamanan pangan asal hewan.

“Pandangan publik yang masih menganggap peternakan sebagai pekerjaan tradisional harus segera diubah. Saat ini, peternakan di Bumi Etam telah diarahkan menjadi industri agribisnis modern bernilai ekonomi tinggi yang membuka peluang investasi sangat besar,” Ujar Arif Murdiyanto.

Article ad in the middle of article

Penerapan teknologi dalam sektor agribisnis modern mencakup integrasi teknologi hulu ke hilir. Hal ini meliputi inseminasi buatan (IB), perbaikan mutu genetik, formulasi pakan berkualitas, digitalisasi manajemen usaha, sistem biosekuriti yang ketat, hingga penggunaan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar.

Arif menambahkan, fokus pengembangan komoditas unggulan daerah meliputi sapi potong, kambing, ayam pedaging, ayam petelur, ayam buras, serta itik. Komoditas ini diharapkan menjadi fondasi utama penyokong ketersediaan produk turunan berkualitas tinggi.

“Berdasarkan data terkini, produksi daging lokal terbesar di Kaltim masih disumbang oleh pasokan ayam pedaging, sementara pemenuhan kebutuhan telur didominasi oleh peternak ayam petelur lokal,” Jelasnya.

Kehadiran IKN di Kalimantan Timur menjadi peluang sekaligus tantangan besar. Lonjakan permintaan pangan dipastikan terjadi akibat pertumbuhan populasi dan masuknya warga baru. Namun, pasokan daging sapi dan susu segar masih memerlukan pasokan dari luar daerah.

“Tantangan pemenuhan pasokan inilah yang mendorong DPKH menempatkan program peningkatan populasi ternak serta peningkatan daya tarik investasi sebagai prioritas utama yang mendesak untuk segera diselesaikan,” Ungkap Arif Murdiyanto.

DPKH juga menerapkan standardisasi dan pengawasan produk secara ketat untuk kesehatan masyarakat veteriner dan keamanan pangan. Langkah preventif ini berbasis pada kepemilikan sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), pemeriksaan rutin di Rumah Potong Hewan (RPH), surveilans laboratorium, serta penegakan biosekuriti.

Selain itu, DPKH Kaltim proaktif memitigasi ancaman Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), African Swine Fever (ASF), Avian Influenza (AI), Brucellosis, dan Rabies melalui penguatan surveilans dan vaksinasi massal.

Arif mengimbau seluruh peternak disiplin menerapkan biosekuriti dan segera melapor jika ditemukan ternak yang sakit. Penggunaan bibit unggul, menjaga higiene sanitasi kandang, serta pemanfaatan layanan dokter hewan menjadi krusial.

Pada aspek pemberdayaan, DPKH Kaltim membina 237 peternak milenial dengan pelatihan teknis, manajemen bisnis modern, serta akses modal. Sinergi kuat lintas sektor, termasuk akademisi, perbankan, kementerian, pelaku usaha, asosiasi, hingga media, dibutuhkan untuk mewujudkan Kaltim sebagai pusat agribisnis peternakan yang mandiri.

Article ad after last paragraph