Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Dinkes Kaltim Perkuat Sistem Komando Krisis Kesehatan

Dinkes Kaltim memperkuat sistem komando krisis kesehatan dan pelaporan dini untuk respons cepat terhadap penyakit sensitif iklim serta keadaan darurat di provinsi.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Dinkes Kaltim memperkuat sistem komando dan pelaporan dini untuk menghadapi penyakit sensitif iklim dan potensi krisis kesehatan, Kamis (26/8/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa penanggulangan krisis kesehatan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak terkait. Menurutnya, kehadiran peserta dalam pertemuan koordinasi membuktikan pentingnya sinergi untuk meningkatkan kewaspadaan sistem kesehatan di Kaltim.

“Kehadiran ini merupakan bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kewaspadaan, sinergi, dan kesiapsiagaan sistem kesehatan kita di Provinsi Kalimantan Timur,” Ujar Jaya Mualimin.

Article ad in the middle of article

Jaya menjelaskan bahwa kesiapsiagaan krisis kesehatan didukung oleh kerangka regulasi yang menekankan penguatan kapasitas pra-krisis. Hal ini juga mencakup kepatuhan terhadap alur komando yang terintegrasi secara menyeluruh.

Sistem pelaporan kewaspadaan dini harus berfungsi dengan cepat agar setiap potensi masalah kesehatan dapat segera direspons. Pelaporan dini tersebut sangat diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan dan penanganan darurat yang tepat waktu.

Informasi mengenai potensi ancaman kesehatan wajib segera diteruskan melalui sistem yang telah disiapkan agar intervensi dapat dilakukan sesuai standar. Dalam penanganan bencana, Dinas Kesehatan akan mengaktifkan tim krisis kesehatan sebagai bagian dari sistem respons.

Sementara itu, BPBD memiliki peran penting dalam mengoordinasikan penanggulangan bencana sesuai tahapan yang berlaku di lapangan. Koordinasi ini harus berlangsung mulai dari status siaga, tanggap darurat, evakuasi, hingga fase rehabilitasi.

Seluruh notifikasi dan sistem komunikasi perlu diaktifkan agar tidak terjadi keterlambatan informasi saat muncul bencana akibat alam, iklim, maupun faktor sosial. Jaya Mualimin mengharapkan adanya bimbingan dan pelatihan dari BPBD maupun tim krisis.

Ia juga menekankan bahwa semua sistem dan notifikasi wajib diaktifkan ketika terjadi permasalahan yang berkaitan dengan bencana, guna menjamin kesiapsiagaan optimal.

Article ad after last paragraph