Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – BPSDM Kaltim mengajak ASN menjadikan kritik dan keluhan masyarakat sebagai masukan untuk meningkatkan pelayanan publik, Kamis (27/8/2026).
Ajakan ini mengemuka dalam Sharing Session Episode 113 bertajuk “Membongkar Shared Pessimism, Respons Defensif ASN, dan Krisis Kepercayaan” yang diselenggarakan oleh BPSDM Kaltim. Acara tersebut menjadi ruang pembelajaran dan refleksi bagi ASN dalam menghadapi perubahan pola interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menyoroti salah satu persoalan yang harus diantisipasi, yaitu anggapan masyarakat bahwa pengaduan hanya akan ditindaklanjuti setelah menjadi viral. Pola pikir demikian, menurut Nina Dewi, berpotensi membentuk lingkaran interaksi yang tidak sehat antara masyarakat dan aparatur pemerintah.
“Kalau cara berpikir seperti ini terus terjadi, akhirnya muncul lingkaran yang tidak sehat. Masyarakat semakin tidak percaya, kemudian aparatur semakin defensif dan kualitas interaksi menjadi semakin buruk,” Ujar Nina Dewi.
Nina Dewi menegaskan bahwa pengaduan masyarakat seharusnya menjadi sumber data bagi pemerintah untuk mengidentifikasi persoalan pelayanan. Setiap kritik memang tidak harus diterima secara langsung, tetapi tetap wajib didengarkan, diverifikasi, dan direspons secara profesional.
ASN dituntut memiliki kemampuan untuk menerima kritik tanpa kehilangan sikap profesionalisme. Keterbukaan terhadap masukan dari masyarakat dinilai sangat penting agar birokrasi tidak terjebak dalam sikap defensif, yang justru akan memperlebar jarak dengan publik.
Melalui sesi berbagi ini, BPSDM Kaltim berharap dapat meningkatkan kemampuan ASN agar lebih terbuka terhadap kritik serta bijak dalam merespons masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadikan setiap pengaduan sebagai bahan penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan.
BPSDM Kaltim berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan melalui Kalimantan Timur Corporate University. Upaya ini merupakan bagian dari pengembangan ASN yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan birokrasi serta demokrasi modern.


