Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

DPKH Kaltim Dampingi Rumah Pakan Desa Loleng Terapkan CPPB

DPKH Kaltim mendampingi Rumah Pakan Ternak Desa Loleng, Kutai Kartanegara, dalam penerapan Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB). Ini bertujuan menekan biaya pakan dan mendorong kemandirian peternak.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – DPKH Kaltim mendampingi Rumah Produksi Pakan Ternak Desa Loleng, Kutai Kartanegara, dalam menerapkan Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB), Sabtu (15/8/2026).

Pendampingan mutu pakan ini esensial karena pakan menyumbang 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi usaha peternakan. Pengawasan mutu, penerapan higiene, sanitasi, dan kesehatan masyarakat veteriner perlu dilakukan untuk menjamin pakan aman serta bermutu tinggi bagi ternak.

Rumah Produksi Pakan Ternak Desa Loleng kini telah aktif beroperasi, fokus memproduksi pakan ayam petelur. Saat ini, volume produksi mencapai sekitar 20 ton setiap bulannya.

Article ad in the middle of article

Produksi tersebut masih jauh di bawah kapasitas maksimal fasilitas mesin pengolahan yang sebenarnya mampu menghasilkan hingga 200 ton pakan per bulan. Dengan demikian, peluang peningkatan kapasitas produksi pakan di desa tersebut masih sangat terbuka untuk memenuhi kebutuhan tinggi di wilayah sekitar.

“Pendampingan pengawasan mutu pakan ini sangat penting karena biaya pakan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi usaha peternakan,” Ujar Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno.

Meskipun potensi besar, pengembangan hilirisasi pakan di Desa Loleng menghadapi tantangan utama. Keterbatasan pasokan bahan baku pakan yang berkelanjutan menjadi isu krusial di tingkat lokal.

Untuk menjaga kontinuitas produksi, DPKH Kaltim terus mendorong optimalisasi ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas. Penguatan tata kelola manajemen juga menjadi fokus guna mendukung keberlanjutan pasokan.

“Untuk menjaga kontinuitas produksi, kami terus mendorong optimalisasi ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas serta memperkuat tata kelola manajemennya,” Kata Arief menambahkan.

Dalam pendampingan berkala tersebut, petugas memberikan edukasi kepada pengelola. Materi yang disampaikan meliputi pengendalian mutu bahan baku, ketepatan formulasi, prosedur sanitasi, penyimpanan pakan yang benar, hingga pencatatan proses produksi secara tertulis.

Langkah pengawasan mutu pakan ini didukung penuh oleh pengerahan 25 petugas Pengawas Mutu Pakan DPKH Kaltim. Para petugas tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di seluruh Kalimantan Timur.

“Optimalisasi rumah produksi pakan terstandar ini dapat menjadi solusi nyata dalam menekan harga pakan konsentrat sekaligus mendorong kemandirian peternak lokal,” Kata Arief.

Article ad after last paragraph