Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

OIKN, BMKG, dan TNI AU Gelar Modifikasi Cuaca Antisipasi Kekeringan IKN

OIKN, BMKG, dan TNI AU akan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN serta Kaltim pada 22-27 Agustus 2026. Langkah ini antisipasi kekeringan dan karhutla.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – OIKN bersama BMKG dan TNI AU berencana menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di IKN dan Kalimantan Timur untuk mengantisipasi kekeringan serta risiko karhutla, Jum’at (21/8/2026).

Langkah proaktif ini diambil setelah adanya indikasi penurunan debit air di infrastruktur vital. Antisipasi dini ini dianggap krusial agar wilayah tersebut tidak mengalami kondisi kekeringan parah di masa mendatang.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menyampaikan bahwa meskipun pasokan air di IKN saat ini masih dalam kondisi yang relatif baik. Namun, tanda-tanda penyusutan debit air mulai terlihat jelas di sejumlah titik krusial sumber air.

Article ad in the middle of article

“Kita harus mengantisipasi sejak dini, jangan sampai sudah kering baru bergerak,” Ujar Danis Hidayat.

Danis menjelaskan bahwa fenomena iklim El Nino secara global telah memicu kekeringan di berbagai area, termasuk potensi dampaknya di wilayah IKN. Hal ini mendasari kebutuhan mendesak bagi OIKN untuk mengambil tindakan preventif dan adaptif.

Penurunan muka air yang signifikan diamati pada dua fasilitas penting, yaitu Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku. Kedua infrastruktur ini merupakan sumber pasokan air yang vital bagi kebutuhan seluruh kawasan Ibu Kota Nusantara.

Operasi Modifikasi Cuaca ini bertujuan untuk menambah intensitas curah hujan buatan di wilayah target. Peningkatan curah hujan diharapkan dapat mengisi kembali cadangan air baku dan mengurangi tingkat kekeringan yang berpotensi terjadi.

Selain mengatasi masalah kekeringan, OMC juga diarahkan untuk mengurangi potensi risiko karhutla yang sering terjadi selama musim kemarau panjang. Pencegahan sejak dini diharapkan dapat menekan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Koordinasi yang solid antara OIKN, BMKG, dan TNI AU menjadi kunci utama dalam pelaksanaan operasi ini. Kolaborasi lintas instansi ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menghadapi tantangan iklim dan menjaga keberlanjutan IKN.

Kegiatan modifikasi cuaca ini merupakan bagian dari strategi mitigasi jangka panjang pemerintah untuk IKN. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan dan mencegah kerusakan lingkungan di Ibu Kota Nusantara.

Dengan pelaksanaan operasi ini, diharapkan pasokan air di kawasan IKN dapat tetap terjaga dengan baik. Selain itu, ancaman karhutla juga dapat diminimalisir secara signifikan sebelum mencapai tingkat yang lebih parah.

Article ad after last paragraph