Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Polda Kaltim Luncurkan ‘Sigap Sehat’ untuk Tahanan Narkoba

Ditresnarkoba Polda Kaltim meluncurkan 'SIGAP SEHAT', program baru yang memastikan hak pelayanan kesehatan tahanan narkoba terpenuhi secara cepat dan tanpa diskriminasi.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur meluncurkan budaya kerja “SIGAP SEHAT” untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi tahanan, Selasa (28/7/2026).

Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, menegaskan inovasi ini dibuat untuk memastikan seluruh tahanan mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara cepat, tepat, dan tanpa diskriminasi. Beliau menjelaskan bahwa aspek kesehatan tahanan adalah prioritas yang harus dikelola secara profesional.

Budaya kerja “SIGAP SEHAT” dibentuk untuk mencegah keterlambatan penanganan kondisi darurat medis. Kondisi tersebut termasuk nyeri dada, sesak napas, atau pingsan yang memerlukan respons cepat.

Article ad in the middle of article

“Budaya kerja SIGAP SEHAT ini dibentuk untuk mencegah keterlambatan penanganan kondisi darurat medis, seperti nyeri dada, sesak napas, atau pingsan,” Ujar Romylus Tamtlahitu.

Program ini menjadi dasar penyidik mengambil keputusan berdasarkan kondisi kesehatan tahanan sekaligus memastikan penanganan yang profesional dan akuntabel.

Pelaksanaannya dilakukan melalui delapan tahapan, diawali dengan pencatatan setiap keluhan kesehatan dan skrining awal oleh penyidik atau petugas piket.

Selanjutnya, evakuasi medis ke klinik atau rumah sakit dilakukan jika ditemukan tanda bahaya. Hubungan intensif juga dijalin dengan dokter dan perawat untuk koordinasi yang baik.

Penundaan interogasi dilakukan jika kondisi fisik tahanan tidak memungkinkan, serta penjagaan ketat selama tahanan berada di fasilitas medis. Selain itu, pencatatan detail waktu kejadian, tindakan, hingga hasil anamnesa menjadi wajib.

Pelatihan tanda kegawatdaruratan diberikan kepada penyidik dan petugas tahanan dan barang bukti (Tahti). Ini bertujuan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat medis.

Untuk menjaga akuntabilitas, sistem pelaporan kepada Direktur dirancang secara berjenjang dan periodik. Laporan disampaikan harian atau insidentil menggunakan format ringkas.

Laporan tersebut wajib mencakup identitas dan kronologi kejadian, tindakan awal, serta status rujukan. Laporan juga harus memuat hasil analisis medis dokter agar penyidik dapat menentukan keputusan.

“Dari laporan tersebut, penyidik bisa langsung menentukan keputusan apakah tahanan cukup rawat jalan dan kembali ke rutan, atau harus rawat inap dengan status pembantaran,” Kata Romylus Tamtlahitu.

Budaya kerja baru ini kini wajib dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim. Ini merupakan komitmen Polda Kaltim dalam penanganan tahanan yang humanis dan akuntabel.

Article ad after last paragraph