Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM — Nila Yani Hardiyanti mendorong Pemprov Kaltim mewajibkan industri besar menyerap 60 persen vendor lokal, Senin (21/9/2026).
Dorongan tersebut disampaikan di Balikpapan pada Minggu guna memperluas akses pasar pengusaha daerah di tengah derasnya investasi industri. Pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan aturan yang mengarahkan industri besar untuk mengikutsertakan UMKM lokal ke dalam rantai pasok.
“Salah satu target yang bisa dikaji adalah kewajiban atau target bertahap penggunaan minimal 60 persen vendor lokal,” Ujar Nila Yani Hardiyanti.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa kebijakan tersebut harus diiringi dengan jaminan pemenuhan standar kualitas dan spesifikasi barang. Pemerintah daerah wajib memastikan produk serta jasa dari UMKM maupun Industri Kecil Menengah memenuhi kualifikasi industri.
“Jadi bukan sekadar meminta industri untuk membeli saja, tapi pemerintah daerah juga harus memastikan barang dan jasa yang disediakan memenuhi ketentuan kualitas, spesifikasi, dari industri tersebut,” Ujar Nila Yani Hardiyanti.
Adanya jaminan pasar dari korporasi besar diyakini mampu memotivasi pelaku usaha kecil untuk memperbaiki mutu, melakukan standardisasi, serta memperbesar kapasitas. Hal itu disampaikan saat melakukan peninjauan di LPK PT Sucofindo Balikpapan.
“Dengan adanya kepastian pasar dari industri besar, tentu ini akan menjadi motivasi bagi UMKM dan IKM untuk berinvestasi pada kualitas, melakukan standardisasi, dan meningkatkan kapasitas produksi karena ada kebutuhan pasar yang nyata,” Ujar Nila Yani Hardiyanti.
Selain itu, PT Sucofindo didorong untuk aktif mendampingi para pengusaha daerah dalam memperoleh sertifikasi standar industri. Perusahaan BUMN tersebut dapat memanfaatkan program tanggung jawab sosial lingkungan untuk membantu peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Di sinilah peran Sucofindo. Program CSR bisa dikolaborasikan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, standardisasi, dan sertifikasi sehingga mereka siap masuk ke rantai pasok industri utama,” Ujar Nila Yani Hardiyanti.











