Jumat, 02 Oktober 2026
Hot

Mediasi Kasus Guidewire RSUD AWS Belum Temui Titik Temu

Mediasi kasus dugaan guidewire tertinggal di RSUD AWS belum menemui titik temu dan keluarga pertimbangkan jalur hukum.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM — Kasus dugaan guidewire tertinggal di jantung pasien RSUD AWS Samarinda berlanjut melalui rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (29/9/2026).

Komisi IV DPRD Kalimantan Timur memanggil pihak keluarga pasien dan rumah sakit untuk membahas persoalan tersebut di Gedung DPRD Kaltim.

Pasien bernama Ediyanto Wong sebelumnya menjalani tindakan kateterisasi jantung pada Februari 2026.

Article ad in the middle of article

Tindakan medis tersebut dilakukan oleh dokter spesialis berinisial MF. Keluarga kemudian mempersoalkan dugaan tertinggalnya guidewire di dalam jantung pasien.

Dalam RDP, keluarga pasien menyayangkan ketidakhadiran dokter MF yang disebut sebagai pihak utama dalam persoalan tersebut.

Kuasa hukum keluarga, Jafri Musa, berharap seluruh pihak terkait dapat hadir dan memberikan penjelasan mengenai dugaan kasus tersebut.

“Yang sangat kita sayangkan, dokter MF yang menjadi pihak utama tidak hadir dalam RDP ini,” Ujar Jafri Musa.

DPRD Kaltim memberikan waktu selama tujuh hari kepada keluarga pasien untuk menentukan sikap resmi terkait penyelesaian persoalan tersebut.

Keluarga menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila upaya mediasi tidak mencapai kesepakatan.

Biaya pengobatan yang telah dikeluarkan keluarga disebut mencapai sekitar Rp7 miliar, sementara kondisi Ediyanto Wong masih sakit dan belum menjalani operasi lanjutan di Singapura.

Article ad after last paragraph