Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM — BWS Kalimantan IV membatasi pengambilan air baku di Teritip dan Manggar akibat kemarau panjang, Kamis (1/10/2026).
Pembatasan dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan hingga Desember 2026.
Di Bendungan Teritip, tinggi muka air telah menyusut 1,7 meter setelah tidak turun hujan selama 60 hari.
Pengambilan air oleh PTMB atau PDAM kini dibatasi dari 220 liter menjadi 110 liter per detik.
Kepala UPB Wilayah 1 BWS Kalimantan IV, Fatturrahman, mengatakan pembatasan dilakukan berdasarkan simulasi kondisi cadangan air.
“Air baku PDAM kita batasi 50 persen dari kapasitas normal, sekitar 110 liter per detik,” Ujar Fatturrahman.
Volume air Bendungan Teritip saat ini diperkirakan tersisa sekitar 850 ribu meter kubik.
Jika hujan belum turun sepanjang Oktober, pengambilan air berpotensi kembali dikurangi menjadi 90 liter per detik.
Sementara itu, pengambilan air dari Waduk Manggar telah dikurangi dari 1.150 menjadi 900 liter per detik sejak September 2026.
Pengurangan tersebut dilakukan untuk menjaga cadangan air agar pasokan masyarakat tetap tersedia hingga musim hujan tiba.











