Rabu, 23 September 2026
Hot

Bocah 8 Tahun Tewas di Lubang Tambang Samarinda

Seorang bocah 8 tahun tewas tenggelam di lubang bekas tambang PT DUM di Samarinda, menjadi korban ke-55 akibat lubang tambang di Kaltim.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM — Bocah delapan tahun tewas tenggelam di lubang bekas tambang batu bara di Sempaja Utara, Samarinda, Selasa (15/9/2026).

Jatam Kaltim menyebut Alfarizki merupakan korban ke-55 yang meninggal akibat lubang tambang di Kalimantan Timur.

Peristiwa itu terjadi di lubang bekas tambang PT DUM yang berada di Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.

Article ad in the middle of article

Kejadian tersebut juga menambah jumlah korban meninggal akibat lubang tambang di Samarinda menjadi 30 orang.

Sebelum tenggelam, Alfarizki berenang di kolam bekas tambang untuk mandi. Warga sekitar memanfaatkan air tersebut karena mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

Korban dilaporkan hilang saat berenang di kolam dengan kedalaman sekitar 20 meter. Setelah pencarian selama dua jam, jasad korban ditemukan dan dievakuasi sekitar pukul 19.00 Wita.

Kolam bekas tambang itu disebut tidak memiliki pagar pengaman maupun papan peringatan bahaya sejak ditinggalkan pada 2023.

“Jatam Kaltim mendesak agar seluruh lubang tambang yang masih terbuka segera ditutup, termasuk melalui pemagaran, pemasangan tanda bahaya, dan langkah pengamanan lainnya,” Kata Dinamisator Jatam Kaltim Mustari Sihombing.

Lokasi kejadian berada dalam konsesi PT DUM seluas 1.351 hektare dengan izin yang tercatat berlaku hingga 15 Desember 2026. Data Dinas ESDM Kaltim 2021 juga mencatat perusahaan tersebut belum menuntaskan jaminan reklamasi.

Dinas ESDM Kaltim telah meninjau lokasi pada 18 September 2026 dan menyatakan status izin PT DUM sedang dibekukan. Penanganan selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah pusat melalui Inspektur Tambang, termasuk aspek perizinan, reklamasi, dan teknis penutupan lubang tambang.

Article ad after last paragraph