Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Kaltim: Industri Perhotelan Hadapi Tantangan Anggaran, Kolaborasi Jadi Kunci

Industri perhotelan Kaltim hadapi efisiensi anggaran, memicu penurunan pendapatan. Dinas Pariwisata galakkan kolaborasi dan inovasi sebagai kunci ketahanan sektor.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Industri perhotelan di Kalimantan Timur menghadapi dampak signifikan akibat efisiensi anggaran, mendorong perlunya kolaborasi dan inovasi, Kamis (30/7/2026).

Efisiensi anggaran pemerintah berdampak langsung pada sektor pariwisata dan industri perhotelan di Kalimantan Timur, menyebabkan penurunan pendapatan. Kondisi ini turut memengaruhi berbagai aspek operasional, termasuk pemangkasan tenaga kerja dan penyesuaian layanan hotel.

Dampak efisiensi anggaran ini terasa signifikan terutama pada kegiatan Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE), yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan hotel. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah dengan menggelar Bincang-Bincang Pariwisata I 2025.

Article ad in the middle of article

Acara yang berlangsung di 29 Coffee and Eatery pada 4 Mei itu, mengusung tema “Pariwisata yang Kuat di Tengah Efisiensi Anggaran: Kolaborasi dan Inovasi”. Pertemuan ini mempertemukan pelaku industri pariwisata, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk bertukar gagasan serta merumuskan strategi.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, dalam paparannya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna memperkuat ketahanan industri pariwisata.

“Kami menyadari bahwa efisiensi anggaran membawa dampak besar terhadap kegiatan MICE, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan hotel. Namun di balik tantangan ini, ada peluang untuk berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor,” Ujar Ririn Sari Dewi.

Meskipun demikian, ada “angin segar” dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan yang mencatat tingkat hunian hotel berbintang. Per April 2025, tingkat hunian naik menjadi 53,79%, meningkat 14,59% dibanding Maret 2025.

Ririn Sari Dewi menyambut baik tren positif ini, berharap daerah lain juga mengalami hal serupa. Ia menekankan bahwa untuk menjaga momentum, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak terkait.

Inovasi dan kolaborasi dalam promosi menjadi titik terang bagi industri hotel, dengan banyak mitra mengandalkan media sosial. Kampanye digital terbukti efektif menarik wisatawan, sehingga meningkatkan kunjungan hotel secara signifikan.

Article ad after last paragraph