Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – Sekolah di tiga daerah Kaltim mulai menerapkan PJJ akibat asap karhutla, Selasa (1/9/2026).
Penerapan PJJ dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap siswa dari paparan asap pekat yang menyebabkan kualitas udara menurun di sejumlah wilayah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim mengimbau sekolah yang berada di wilayah dengan indeks kualitas udara pada level berbahaya untuk segera menerapkan PJJ.
Kebijakan tersebut memungkinkan proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa datang ke sekolah dan terpapar langsung asap karhutla.
“Penerapan PJJ menjadi langkah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik ketika kualitas udara berada pada level berbahaya,” Ujar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.
Tiga wilayah di Kaltim diketahui terdampak kebijakan tersebut akibat kondisi asap karhutla. Sekolah diminta menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Dinas pendidikan juga meminta sekolah tetap memastikan kurikulum dan materi pelajaran tersampaikan selama PJJ berlangsung. Metode pembelajaran daring dapat dimanfaatkan untuk menjaga kegiatan belajar tetap berjalan.
Karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas pendidikan, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, langkah mitigasi diperlukan selama kualitas udara belum kembali normal.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan upaya pengendalian karhutla untuk mengurangi sumber asap dan memperbaiki kualitas udara di wilayah terdampak.
Penerapan PJJ akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi udara di lapangan. Pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan setelah kualitas udara dinilai aman bagi siswa dan tenaga pendidik.


