Senin, 31 Agustus 2026
Hot

Disbun Kaltim Waspadai Karhutla Ancam Sektor Sawit di Tengah Harga Bagus

Dinas Perkebunan Kaltim khawatir karhutla mengancam produktivitas kebun sawit di tengah harga TBS yang bagus. Plt. Kepala Dinas Arief Murdiyatno tekankan koordinasi lintas sektor dan sosialisasi.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Disbun Kaltim mewaspadai karhutla yang berpotensi mengganggu produktivitas sawit di tengah harga TBS yang cukup baik, Minggu (30/8/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Arief Murdiyatno, menekankan pentingnya mempertahankan produktivitas kebun untuk memberikan nilai tambah bagi daerah. Kaltim tengah mendorong penguatan subsektor pertanian sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada sektor ekonomi berbasis ekstraksi.

Arief menjelaskan bahwa gangguan pada kebun tidak hanya menyebabkan kerusakan lahan, tetapi juga menurunkan produksi. Dampak tersebut dapat berimbas pada pendapatan perusahaan maupun masyarakat yang bergantung pada perkebunan.

Article ad in the middle of article

“Apalagi sekarang khususnya harga TBS ini agak lumayan bagus. Jangan sampai dengan harga yang bagus ini nanti ada berkurang misalnya lahannya karena karhutla. Itu yang kita hindari,” Ujar Arief Murdiyatno.

Perkebunan diharapkan menjadi salah satu sektor yang menopang perekonomian Kaltim. Oleh karena itu, berbagai risiko yang menghambat kegiatan budidaya perlu diantisipasi, termasuk kebakaran di dalam atau sekitar kawasan perkebunan.

Arief menilai karhutla dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup besar apabila api merambat ke area budidaya. Selain potensi kehilangan tanaman, kebakaran juga mengurangi kapasitas produksi dan pada akhirnya memangkas pemasukan pelaku usaha perkebunan.

“Ketika ini merembet ke kebun kita, tentunya ini akan menyebabkan gangguan kerugian ekonomi yang cukup lumayan,” Sebut Arief Murdiyatno.

Bagi pemerintah daerah, menjaga perkebunan tetap produktif menjadi semakin penting seiring upaya mendorong transformasi ekonomi Kaltim. Arief menyebut pihaknya ingin sektor pertanian, termasuk perkebunan, semakin berkembang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pengendalian karhutla tidak hanya dibebankan kepada Dinas Perkebunan. Pihaknya membangun koordinasi dengan subsektor lain serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim sebagai leading sector penanggulangan bencana.

Kolaborasi juga mencakup perusahaan perkebunan, petani, kelompok plasma, dan mitra. Untuk perusahaan, Arief menyebut masing-masing telah memiliki sarana dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menghadapi potensi kebakaran.

Disbun Kaltim terus memberikan pembinaan, pendampingan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah tersebut diperlukan agar petani memahami pentingnya menjaga kebun yang telah dikelola bertahun-tahun dari risiko kebakaran.

Arief juga mengatakan bahwa ancaman terhadap perkebunan tidak hanya berasal dari karhutla. Hama, penyakit tanaman, dan organisme pengganggu tanaman juga dapat memengaruhi hasil budidaya, sehingga kesiapsiagaan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita tetap siap siagakan karena ini sebenarnya bukan hanya pada saat ini, dari sebelumnya kita juga banyak sekali gangguan untuk budidaya ini. Semua tantangan, semua hambatan, dan semua kendala yang akan menurunkan atau mengganggu budidaya kita, ini akan kita tanggulangi bersama-sama,” Pungkas Arief Murdiyatno.

Article ad after last paragraph