Kamis, 03 September 2026
Hot

IPLM Kaltim Peringkat Ketujuh Nasional, Capai Angka 44,11

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kalimantan Timur mencapai 44,11 pada Mei 2026, menempatkan Kaltim di peringkat ketujuh nasional dari 38 provinsi. Gubernur Rudy Mas'ud apresiasi capaian ini.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM– IPLM Kaltim mencapai 44,11 per Mei 2026 dan menempati peringkat ketujuh dari 38 provinsi di Indonesia, Selasa (01/9/2026).

Capaian positif ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat Grand Opening Festival Literasi Kalimantan Timur Tahun 2026. Acara tersebut diselenggarakan di Aula Tower Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Selain IPLM, tingkat kegemaran membaca (TKM) masyarakat Kaltim juga menunjukkan angka yang menggembirakan, yaitu 57,86. Kedua capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat budaya literasi di wilayah ini.

Article ad in the middle of article

“Kita patut bersyukur pembangunan literasi di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan. Pada Mei 2026, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat atau IPLM Kalimantan Timur mencapai 44,11 dan menempatkan Kalimantan Timur pada peringkat ketujuh dari 38 provinsi di Indonesia,” Ujar Rudy Mas’ud.

Rudy Mas’ud menegaskan bahwa peningkatan literasi bukan hanya diukur dari kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi harus mengarahkan masyarakat agar mampu memahami informasi, membaca situasi, dan berani mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang memadai.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Lisa Hasliana, menambahkan bahwa Festival Literasi 2026 merupakan salah satu upaya untuk memperkuat pencapaian tersebut. Festival ini berlangsung sejak 29 Agustus hingga 19 September 2026.

Berbagai agenda menarik dihadirkan dalam festival, meliputi bazar dan pameran buku, literasi anak dan remaja, workshop, diskusi, parenting, literasi digital dan lingkungan, serta berbagai perlombaan. Hingga Grand Opening, festival ini telah menarik sekitar 800 pengunjung yang terdaftar melalui registrasi.

“Festival boleh berakhir, tapi semangat literasi tidak boleh berhenti. Marilah kita bersama-sama menjadikan literasi sebagai kekuatan untuk membangun generasi Kalimantan Timur yang cerdas, berdaya saing dan berkarakter menuju generasi emas,” Ujar Lisa Hasliana.

Antusiasme tinggi masyarakat terhadap Festival Literasi ini diharapkan terus meningkat hingga seluruh rangkaian acara berakhir. Ini menjadi indikator positif bagi pengembangan literasi di Kalimantan Timur.

Article ad after last paragraph