Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – Pemkab Kutai Timur menargetkan pencetakan sawah seluas 20.000 hektare dalam lima tahun untuk mendukung kemandirian pangan dan swasembada beras di Kalimantan Timur, (28/8/2026).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) secara tegas mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam memperluas lahan pertanian. Langkah ini dinilai krusial untuk mewujudkan kemandirian pangan dan swasembada beras di tingkat provinsi.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan target perluasan lahan padi dan sawah tersebut saat bertemu dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Pertemuan penting ini berlangsung di Harum Resort Balikpapan
Saat ini, luas kawasan sawah aktif yang ada di Kutai Timur baru sekitar 2.600 hektare. Pemkab Kutim terus berupaya memperluas area pertanian dengan target awal mencapai 10.000 hektare untuk menjadi lumbung pangan daerah.
Upaya ekspansi ini mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan. Pemkab Kutim telah berhasil mencetak sekitar 553 hingga 600 hektare sawah baru melalui program cetak sawah rakyat yang tersebar di Kecamatan Long Mesangat dan Bengalon.
“Target 20 ribu, Pak Gubernur,” Ujar Ardiansyah Sulaiman.
Gubernur Rudy Mas’ud memberikan apresiasi tinggi terhadap target ambisius yang dicanangkan Pemkab Kutim. Menurutnya, perluasan lahan pertanian di Kutai Timur, ditambah kontribusi dari kabupaten dan kota lainnya, dapat secara signifikan memperkuat upaya Kaltim mencapai swasembada beras.
“Kalau ini terwujud, ditambah kabupaten lain, saya yakin kita benar-benar swasembada beras,” kata Rudy Mas’ud.
Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa program ini akan memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang belum tergarap secara optimal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani lokal.
Gubernur Rudy Mas’ud meminta Pemkab Kutim untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Pihak-pihak yang dimaksud meliputi kelompok tani, institusi TNI-Polri, serta sektor swasta, guna mempercepat proses pembukaan dan pengembangan sawah baru.
Menurut Rudy Mas’ud, sektor pertanian harus menjadi salah satu fondasi ekonomi utama Kalimantan Timur di masa depan. Ia berpandangan bahwa ketergantungan daerah terhadap sumber daya alam seperti batu bara dan minyak serta gas bumi (migas) tidak cukup untuk menjamin manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Pertanian ini masa depan kita, Pak Bupati. Saya tidak terlalu yakin dengan sumber daya alam, seperti batu bara dan migas, yang dikelola selama ini. Dampaknya juga tidak signifikan bagi masyarakat,” Tegas Rudy Mas’ud.
Selain potensi sebagai sentra produksi pangan, Gubernur Rudy juga menilai kawasan persawahan memiliki potensi ganda. Area tersebut bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam yang menarik. “Sawah ini wisata mewah, Pak Bupati. Wisata mepet sawah,” kelakar Rudy Mas’ud, memberikan sentuhan humor pada visi pertaniannya.


