HARIANEXPRESS, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mendorong pendidik membangun serta mengelola platform digital pendidikan profesional guna meningkatkan kualitas pengajaran di era digital, Minggu (14/6/2026).
Langkah progresif ini diambil untuk menghadapi pesatnya perkembangan teknologi. Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim, Muchamad Awaludin, menekankan pentingnya kemandirian ini.
Muchamad Awaludin menjelaskan bahwa platform digital seperti situs web sekolah dan aplikasi pembelajaran kini menjadi kebutuhan esensial. Pendidik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang dan perawat fasilitas digital tersebut.
Program pemberdayaan ini diimplementasikan melalui pelatihan intensif bertajuk “Membangun Platform Digital Profesional dari Nol”. Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Disdikbud Kaltim dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) serta id.academy.
Kemandirian dalam mengelola platform digital sangat krusial agar inovasi dan adaptasi dapat dilakukan secara cepat dan efektif oleh pihak sekolah. Ini bertujuan memperkuat ekosistem teknologi pendidikan lokal.
Setelah sukses serangkaian pelatihan di Kota Samarinda, para pendidik kini dibimbing untuk menerapkan ilmu perancangan laman daring ke dalam sistem tata kelola sekolah masing-masing. Penerapan ini memastikan pengetahuan yang diperoleh diaplikasikan langsung untuk institusi pendidikan.
Kemandirian operasional pengelolaan fasilitas digital dinilai penting mengingat teknologi telah menjadi penunjang utama akses pelayanan publik yang lebih luas. Dengan demikian, pendidik turut berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan publik secara keseluruhan.
Setiap pendidik yang kompeten di bidang teknologi informasi kini mengemban tugas sebagai agen perubahan utama di lingkungan kerja mereka. Program ini menargetkan efek berganda yang positif dari pemberdayaan sumber daya manusia berbasis teknologi informasi.
Target utamanya adalah memastikan setiap tenaga pengajar menularkan keterampilan baru kepada rekan sejawat. Mereka juga diharapkan berbagi pengetahuan dengan operator sekolah serta komunitas pendidikan yang lebih luas.
Awaludin mengibaratkan adaptasi terhadap kemajuan teknologi layaknya proses belajar mengayuh sepeda. Proses ini membutuhkan keberanian ekstra untuk memulai langkah pertama, meskipun akan ada fase jatuh bangun.
Fase-fase seperti mencoba merancang laman resmi instansi dinilai sebagai tahapan wajar yang akan mengasah insting teknis para pengajar. Ini merupakan bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.


