Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Borneo Forum 2026 Satukan Pemerintah dan Industri Sawit Kaltim Hadapi Tantangan B50

9th Borneo Forum 2026 di Balikpapan menyatukan pemerintah dan industri sawit Kaltim. Forum ini membahas tantangan implementasi B50, produktivitas CPO, dan keamanan investasi untuk tata kelola berkelanjutan.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM — Kalimantan Timur menggelar 9th Borneo Forum 2026 untuk memperkuat tata kelola sawit berkelanjutan dan iklim investasi, Jumat (7/8/2026).

Forum yang digelar di salah satu hotel berbintang di Balikpapan pada Kamis hingga Jumat, 6–7 Agustus 2026, mengangkat tema “Resilience, Innovation, and Transformation: Sinergi Daerah dan Pengamanan Industri Sawit”. Agenda strategis ini membahas berbagai tantangan industri, mulai dari peningkatan produktivitas Crude Palm Oil (CPO) hingga implementasi kebijakan biodiesel B50.

Selain itu, forum juga fokus pada penguatan keamanan investasi. Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang penting untuk mencari solusi dan strategi ke depan.

Article ad in the middle of article

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa industri sawit merupakan salah satu penopang utama ekonomi daerah. Sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat Kaltim.

“Pemerintah Provinsi Kaltim mengapresiasi terselenggaranya Borneo Forum ke-9 ini. Kami berkomitmen untuk terus mengawal kemitraan yang adil antara perusahaan dan pekebun swadaya. Kesejahteraan petani adalah kunci utama transformasi sawit yang berkelanjutan di Bumi Etam,” Ujar Seno Aji.

Menurut Seno Aji, keberhasilan industri sawit tidak hanya diukur dari besarnya produksi. Manfaat ekonomi yang dirasakan petani dan masyarakat sekitar kawasan perkebunan juga menjadi indikator penting.

Ketua GAPKI Kalimantan Timur, Rachmat Perdana Angga, menyoroti pentingnya industri sawit untuk beradaptasi. Adaptasi ini diperlukan untuk menghadapi perubahan regulasi global maupun nasional.

Inovasi teknologi, efisiensi operasional, dan peningkatan produktivitas dinilai sebagai kunci utama menjaga daya saing Indonesia sebagai produsen minyak sawit dunia. Rachmat menekankan pentingnya transformasi cepat di industri kelapa sawit Kalimantan.

Ia menambahkan, tantangan era B50 dan efisiensi pabrik menuntut industri untuk semakin transparan, produktif, serta memperkuat sinergi. Kolaborasi erat dengan seluruh rantai pasok, termasuk petani plasma maupun mandiri, menjadi krusial.

Aspek keamanan investasi turut menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro menyatakan kesiapan kepolisian memberikan kepastian keamanan dan penegakan hukum.

Ini bertujuan agar investasi sektor perkebunan dapat tumbuh secara sehat tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat. Stabilitas keamanan di kawasan operasional sawit mutlak diperlukan agar transformasi dan investasi berjalan lancar.

“Polda Kaltim senantiasa memberikan jaminan keamanan dan penegakan hukum yang berkeadilan bagi iklim usaha perkebunan. Stabilitas keamanan di kawasan operasional sawit mutlak diperlukan agar transformasi dan investasi berjalan lancar tanpa mengabaikan ketertiban sosial,” Ujar Endar Priantoro.

Kapolda juga mendukung gagasan GAPKI Kaltim dalam membangun kolaborasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui keterlibatan masyarakat. Skema penghargaan bagi warga yang berperan aktif menjaga lingkungan dapat menjadi solusi.

Skema tersebut diharapkan dapat mendorong ekonomi sekaligus memperkuat perlindungan kawasan perkebunan. Selain diskusi para pemangku kepentingan, 9th Borneo Forum 2026 juga diramaikan dengan pameran industri sawit, expo UMKM, bursa kerja (job fair), serta kegiatan lari santai di kawasan Grand City Balikpapan.

Pada penutupan acara, Panji Borneo diserahkan kepada GAPKI Cabang Kalimantan Selatan. Penyerahan ini menandakan Kalimantan Selatan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Borneo Forum berikutnya.

Kolaborasi yang terbangun dalam forum ini diharapkan menjadi langkah nyata. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola sawit berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menjaga Kalimantan sebagai salah satu pusat industri sawit nasional yang kompetitif.

Article ad after last paragraph