Findy Alfiansyah Penulis
Selama sekitar 1,5 bulan berada di tengah masyarakat, mahasiswa mendapat kesempatan melihat langsung kondisi sosial serta karakter yang berbeda dari lingkungan asal mereka.
“Banyak yang Anda temui, banyak yang Anda hadapi, dan saya rasa ini akan membuat Anda lebih kaya dalam memahami sosial demografi yang ada di Nusantara,” Ujar Bagus Susetyo.
Ia menekankan pentingnya pemahaman berdasarkan pengalaman dan data lapangan bagi calon intelektual, daripada hanya mengandalkan informasi media.
Bagus juga mengajak mahasiswa melihat langsung perkembangan IKN selama di Kalimantan Timur, menyebutnya sebagai pengalaman berharga yang tidak semua angkatan mahasiswa dapatkan.
Ia berharap mahasiswa dapat membawa pulang informasi positif mengenai Kaltim dan menyampaikannya kepada keluarga, teman, serta lingkungan akademik di daerah asal. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menawarkan program beasiswa pendidikan hingga jenjang doktoral (S3) yang membuka peluang bagi mahasiswa untuk kembali.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Unit KKN UGM, Aisyah, menjelaskan bahwa timnya yang bernama Samasta Kukar beranggotakan 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi.
Mereka melaksanakan KKN di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang, dan Desa Sumbersari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selama sekitar 50 hari menjalani KKN, mahasiswa mengembangkan sejumlah program lintas disiplin ilmu, mencakup bidang pertanian, teknik, sosial humaniora, kebudayaan, hingga kesehatan.
Program KKN tahun ini sejalan dengan tema besar KKN UGM mengenai ketahanan pangan.
Tim Samasta Kukar berfokus mengoptimalkan potensi kawasan pertanian terpadu melalui kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan serta masyarakat setempat. Upaya ini meliputi pembuatan demplot teknologi pertanian dan pengembangan potensi unggulan desa.
Menurut Aisyah, pengalaman ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Mereka juga dapat memahami persoalan masyarakat secara langsung dan mencari solusi melalui pendekatan lintas disiplin.
Bagi Pemerintah Kota Balikpapan, kedatangan mahasiswa KKN dari luar daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Kalimantan Timur secara lebih utuh.
Interaksi langsung dengan masyarakat dinilai dapat memberikan perspektif berbeda dibandingkan informasi yang hanya diperoleh melalui media.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi para mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan Indonesia tidak hanya berlangsung di pusat-pusat perkotaan.
Pembangunan juga bertumpu pada potensi desa, pertanian, dan masyarakat di berbagai daerah.


