Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Pupuk Kaltim Raih Pengakuan Global Lewat Konservasi Terumbu Karang

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mendapat pengakuan internasional di 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) Selandia Baru atas program restorasi terumbu karang 15 tahun di Bontang.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – PT Pupuk Kalimantan Timur menjadi delegasi Indonesia pada 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Selandia Baru berkat komitmennya menjaga keberlanjutan ekosistem laut, Senin (3/8/2026).

Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia pada 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026, forum ilmiah terbesar dunia di bidang terumbu karang.

Dalam forum yang dihadiri lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara itu, Pupuk Kaltim memaparkan program restorasi terumbu karang yang telah dijalankan selama 15 tahun di Tebok Batang, Kota Bontang.

Article ad in the middle of article

Perusahaan juga menyampaikan dua kontribusi ilmiah berupa presentasi oral dan poster, sekaligus memperkuat komitmennya terhadap konservasi laut berbasis sains dan pemberdayaan masyarakat.

Kontribusi ilmiah tersebut masing-masing berjudul “Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration” dan “Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance”. Perwakilan delegasi Pupuk Kaltim, Astri Agustina, menerangkan pendekatan komprehensif dalam karya-karya ini.

“Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang,” Ujar Astri Agustina.

Program rehabilitasi terumbu karang Pupuk Kaltim dimulai sejak 2011 sebagai respons atas kerusakan ekosistem laut di perairan Bontang. Saat itu, lebih dari 50 persen terumbu karang rusak akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

Untuk memulihkan kondisi tersebut, Pupuk Kaltim mengembangkan program rehabilitasi di Tebok Batang melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Perusahaan juga melakukan pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.

Dalam implementasinya, digunakan tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Kawasan Tebok Batang juga melibatkan kelompok nelayan dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan berkala.

Pupuk Kaltim terus berkomitmen memastikan sumber daya laut tetap lestari dan terjaga, sejalan dengan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Program ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan menekan emisi karbon.

Article ad after last paragraph