Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – PT Pupuk Kalimantan Timur menjadi delegasi Indonesia pada 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Selandia Baru berkat komitmennya menjaga keberlanjutan ekosistem laut, Senin (3/8/2026).
“Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang,” Ujar Astri Agustina.
Program rehabilitasi terumbu karang Pupuk Kaltim dimulai sejak 2011 sebagai respons atas kerusakan ekosistem laut di perairan Bontang. Saat itu, lebih dari 50 persen terumbu karang rusak akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
Untuk memulihkan kondisi tersebut, Pupuk Kaltim mengembangkan program rehabilitasi di Tebok Batang melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Perusahaan juga melakukan pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.
Dalam implementasinya, digunakan tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Kawasan Tebok Batang juga melibatkan kelompok nelayan dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan berkala.
Pupuk Kaltim terus berkomitmen memastikan sumber daya laut tetap lestari dan terjaga, sejalan dengan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Program ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan menekan emisi karbon.


