Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – Proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur mengantongi investasi sebesar 2,3 miliar dolar AS, Rabu (29/7/2026).
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) secara resmi mencatat total nilai investasi ini. Proyek strategis ini bertujuan mengonversi batu bara menjadi metanol.
Nilai investasi tersebut akan direalisasikan dalam pembangunan fasilitas gasifikasi batu bara menjadi metanol. Proyek ini dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC) di wilayah Kutai Timur.
Direktur Hilirisasi Mineral dan Batu Bara BKPM, Rizwan Aryadi Ramadhan, menyambut baik investasi besar ini. Ia juga menyampaikan harapan agar nilai proyek terus bertambah.
Penandatanganan Kontrak Front End Engineering Design (FEED) dan EPCC Framework Agreement menjadi langkah konkret implementasi proyek. Acara penting ini berlangsung di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.
“Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas investasi yang sebesar 2,3 miliar dolar AS yang nantinya akan direalisasikan dalam proyek ini,” Ujar Rizwan Aryadi Ramadhan.
Rizwan juga menegaskan proyek ini diharapkan membawa dampak ekonomi yang signifikan. Manfaat ini terutama ditujukan bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Selain itu, proyek hilirisasi batu bara ini diharapkan turut mendorong perekonomian nasional. Dampak positif yang luas akan dirasakan dari adanya pengembangan investasi ini.


