Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Pemprov Kaltim Tingkatkan Pengawasan Laut dengan Radar AIS

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur perkuat pengawasan perairan laut menggunakan radar terintegrasi Automatic Identification System (AIS) di wilayah krusial Berau. Hibah dari KKP ini bertujuan mencegah pelanggaran dan tingkatkan keamanan maritim.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Pemprov Kalimantan Timur memasang radar terintegrasi Automatic Identification System (AIS) guna memperkuat pengawasan lalu lintas kapal di perairan Berau, Rabu (29/7/2026).

Perangkat radar tersebut merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hibah ini akan digunakan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kapal yang memasuki perairan Kalimantan Timur.

Sebelumnya, pemerintah daerah menghadapi kendala signifikan dalam memantau pergerakan kapal. Banyak kapal yang tidak melaporkan dokumen pelayaran kepada otoritas terkait, sehingga sulit terlacak.

Article ad in the middle of article

Integrasi radar dengan AIS memungkinkan identitas, posisi, kecepatan, dan arah pergerakan kapal dipantau secara waktu nyata. Sistem ini menjadikan pengawasan maritim jauh lebih efektif dan komprehensif.

“Pemprov Kaltim mendapat bantuan berupa radar. Alat ini sangat penting untuk mengawasi kapal yang melintas di perairan kita, khususnya di wilayah strategis seperti Berau,” Ujar Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.

Penguatan sistem pengawasan ini dinilai sangat penting karena wilayah pesisir Berau berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional. Selain itu, Berau juga memiliki sejumlah pulau terluar yang rawan terhadap berbagai pelanggaran.

Pelanggaran tersebut meliputi penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) maupun operasi kapal yang berlayar tanpa izin resmi. Kehadiran radar AIS diharapkan mampu meminimalisir praktik ilegal ini.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap sistem baru ini tidak hanya meningkatkan keamanan perairan. Namun, juga dapat mendukung secara signifikan sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata bahari di wilayah tersebut.

Untuk mempercepat proses operasional, Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Bea Cukai. Koordinasi ini guna mempercepat proses administrasi pengeluaran peralatan hibah.

Langkah percepatan ini memastikan radar dapat segera dipasang dan dioperasikan untuk kepentingan pengawasan. Dengan demikian, perairan Kaltim akan lebih terjaga dari ancaman dan pelanggaran.

Article ad after last paragraph