Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Kereta Trans Kalimantan: MTI Kaltim Dorong Fokus Awal Angkutan Barang

Ketua MTI Kaltim, Tiopan H. M. Gultom, menyarankan pengembangan Kereta Trans Kalimantan fokus pada angkutan barang karena volume komoditas yang tinggi.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kaltim menilai pengembangan Kereta Trans Kalimantan lebih realistis jika fokus awal angkutan barang, Rabu (5/8/2026).

Ketua MTI Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan H. M. Gultom, menyatakan kebutuhan angkutan barang di wilayah tersebut relatif lebih mudah diukur. Potensi volume komoditas dari sektor pertambangan, perkebunan, dan industri pengolahan dinilai telah tersedia sebagai dasar perhitungan kelayakan proyek.

Komoditas seperti batu bara, CPO, kayu, serta produk industri pengolahan dapat menjadi sumber muatan utama untuk menopang operasional jalur rel. Tiopan menyarankan trase kereta perlu dirancang langsung dari kawasan produksi menuju pelabuhan ekspor atau kawasan industri.

Article ad in the middle of article

“Potensi permintaan angkutan barang sebenarnya sudah ada dan dapat diukur. Tantangannya adalah memastikan trase, kelayakan finansial, serta skema pembiayaan yang mampu menjamin keberlanjutan proyek,” Ujar Tiopan H. M. Gultom.

Sementara itu, kebutuhan kereta penumpang di Kalimantan Timur masih memerlukan kajian lebih mendalam. Persebaran penduduk yang tidak terkonsentrasi serta tersedianya jaringan jalan dan penerbangan membuat potensi jumlah penumpang belum sekuat wilayah Jawa maupun Sumatra.

Tiopan menilai koridor Samarinda-Balikpapan-IKN memiliki peluang yang lebih realistis untuk dikembangkan sebagai jalur penumpang. Kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat kegiatan pemerintahan, bisnis, dan layanan baru yang dapat meningkatkan mobilitas masyarakat.

Meski demikian, pembangunan jalur penumpang sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan asumsi pertumbuhan IKN. Pemerintah daerah bersama Bappeda perlu menyusun studi mobilitas yang memuat proyeksi jumlah penumpang dan pola perjalanan jangka panjang.

Pengembangan jalur penumpang, menurut Tiopan, dapat dikembangkan sebagai bagian dari jaringan logistik yang telah memiliki basis ekonomi kuat. Pendekatan bertahap ini mampu menghindari risiko tingkat okupansi rendah sekaligus memastikan investasi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Article ad after last paragraph