Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

DLH Kaltim Gandeng Unmul Tekan Polusi Sampah Plastik Laut

Dinas Lingkungan Hidup Kaltim bekerja sama dengan Universitas Mulawarman menekan polusi sampah plastik di laut. Program pemantauan dan evaluasi terpadu ini mencakup tujuh titik pantai.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – DLH Kalimantan Timur menggandeng Universitas Mulawarman untuk memperkuat pengawasan sampah plastik di kawasan pesisir, Selasa (28/7/2026).

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pemantauan dan evaluasi kondisi pantai guna memperoleh data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan sampah laut.

Hasil pemantauan Periode I Tahun 2026 menunjukkan sampah plastik masih menjadi jenis limbah yang paling banyak ditemukan di sejumlah pesisir Kalimantan Timur.

Article ad in the middle of article

Pemantauan dilakukan di tujuh titik, yakni Pantai Corong, Pantai Nipah-nipah, Pantai Tanjung Jumlai, Pantai Monpera, Pantai Seraya, Pantai Panrita Lopi, dan Pantai Sambera.

DLH Kaltim menilai persoalan sampah laut tidak bisa ditangani oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan kalangan akademisi.

“Penanganan sampah laut memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Yang paling penting adalah mengubah perilaku masyarakat agar peduli terhadap sampahnya mulai dari rumah tangga,” Ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kaltim, Andi Sitti Asti Suriaty.

Sebagai tindak lanjut, DLH Kaltim bersama Laboratorium Kualitas Air Unmul melakukan evaluasi terhadap hasil pemantauan untuk menyusun langkah penanganan yang lebih efektif.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong produsen dan perusahaan agar lebih bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.

Pemantauan Periode II dijadwalkan berlangsung pada September 2026, bertepatan dengan masa peralihan musim kemarau di wilayah Kalimantan Timur.

Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan berbasis riset, pemerintah berharap pencemaran plastik di pesisir Kalimantan Timur dapat ditekan sehingga ekosistem laut tetap terjaga.

Article ad after last paragraph