Selasa, 08 September 2026
Hot

Jurnalis dan Relawan di Samarinda Gelar Salat Istisqa, Bagikan 2.000 Masker

Jurnalis dan relawan di Samarinda menggelar salat Istisqa memohon hujan di tengah kemarau dan kabut asap. 2.000 masker dibagikan kepada pelajar.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Jurnalis dan relawan di Samarinda menggelar salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang dan kabut asap akibat karhutla, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim bersama Info Taruna Samarinda (ITS) di halaman Kantor PWI Kaltim. Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang berdampak terhadap masyarakat.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar organisasi selain mendorong penanganan bencana kemarau melalui pendekatan sains.

Article ad in the middle of article

Menurutnya, kemarau panjang telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat. Salah satu ancaman yang menjadi perhatian utama adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Jurnalis tidak hanya memberitakan kondisi yang terjadi, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta mengkritisi kebijakan pemerintah dalam penanganan karhutla,” Ujar Abdurrahman.

Ia menilai kondisi kabut asap yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian bersama. Penanganan tidak hanya dilakukan melalui langkah teknis, tetapi juga perlu melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko kebakaran.

Sementara itu, Ketua ITS, Joko Iswanto, mengatakan pihaknya turut melakukan aksi sosial dengan membagikan sebanyak 2.000 masker kepada siswa di empat sekolah di Samarinda.

Pembagian masker tersebut menyasar para siswa dan tenaga pendidik yang tetap harus menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Di salah satu sekolah yang menjadi lokasi pembagian, sekitar 586 siswa dan 48 guru menerima masker sebagai perlindungan tambahan dari paparan asap.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang turut menghadiri kegiatan tersebut, mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun dan kondisi udara kembali membaik.

Ia juga menyoroti dampak kemarau terhadap ketersediaan air di Samarinda. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Selain menjadi momentum doa bersama, pelaksanaan salat Istisqa dan pembagian masker tersebut menunjukkan kepedulian jurnalis serta relawan terhadap masyarakat yang terdampak kemarau dan kabut asap karhutla di Samarinda.

Article ad after last paragraph