Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

BI Kaltim Catat Inflasi Juli 2026 Terkendali 0,18 Persen

Harian Express Kaltim melaporkan inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada Juli 2026 tercatat 0,18 persen bulanan. Bank Indonesia dan TPID terus menjaga stabilitas harga.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Inflasi Kalimantan Timur pada Juli 2026 melambat menjadi 0,18 persen secara bulanan berkat upaya BI dan TPID menjaga stabilitas harga, Selasa (4/8/2026).

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur mencatat, inflasi Juli 2026 ini lebih rendah dibandingkan capaian Juni 2026 yang mencapai 0,70 persen. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kaltim berada di level 3,31 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date/ytd) tercatat 2,54 persen.

Tekanan inflasi bulan Juli 2026 terutama berasal dari kelompok transportasi dan pendidikan. Kelompok transportasi dipengaruhi oleh penyesuaian harga Pertamax pada Juni 2026 dan kenaikan harga pelumas atau oli mesin.

Article ad in the middle of article

“Tekanan inflasi Juli 2026 terutama berasal dari kelompok transportasi dan pendidikan. Kelompok transportasi dipengaruhi dampak lanjutan penyesuaian harga Pertamax pada Juni 2026 serta kenaikan harga pelumas atau oli mesin. Sementara itu, kelompok pendidikan terdorong oleh dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027,” Ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan.

Secara spasial, inflasi bulanan tertinggi tercatat di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,28 persen. Kota Balikpapan menyusul dengan 0,25 persen dan Kota Samarinda sebesar 0,20 persen.

Sementara itu, Kabupaten Berau justru mengalami deflasi sebesar 0,18 persen. Komoditas utama yang menyumbang inflasi adalah bensin, daging ayam ras, pelumas atau oli mesin, ikan layang atau benggol, dan beras.

Di sisi lain, tekanan inflasi berhasil diredam berkat penurunan harga sejumlah komoditas. Ini meliputi cabai rawit, bawang merah, tomat, emas perhiasan, dan cabai merah.

Dalam menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Timur secara konsisten memperkuat implementasi strategi 4K. Strategi ini mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif.

TPID terus menggelar Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan program stabilisasi harga guna memastikan kebutuhan pokok terjangkau masyarakat. Untuk ketersediaan pasokan, TPID bersama Bulog, organisasi perangkat daerah teknis, serta pemangku kepentingan memastikan stok komoditas strategis tetap terjaga.

Koordinasi antardaerah juga diperkuat untuk kelancaran distribusi sekaligus mengantisipasi gangguan rantai pasok. Pada aspek komunikasi efektif, TPID rutin memantau perkembangan harga dan pasokan serta menginformasikan kepada masyarakat.

“Ke depan, TPID di wilayah Kalimantan Timur akan terus memperkuat sinergi dan langkah mitigasi dini melalui implementasi strategi 4K secara konsisten, termasuk penguatan program Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS). Dengan berbagai upaya tersebut, stabilitas harga di Kalimantan Timur diharapkan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, serta aktivitas ekonomi daerah dapat terus berjalan dengan baik,” Kata Jajang.

Bank Indonesia optimistis sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga inflasi tetap terkendali. Hal ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang berkelanjutan.

Article ad after last paragraph