Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – Dispar Kaltim menggelar Festival Film Akhir Pekan 2026 di Temindung Creative Hub untuk memperkuat ekosistem perfilman dan kolaborasi lintas sektor, Jumat (27/8/2026).
Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal di Samarinda, Jumat, mengatakan festival tahun ini yang berlangsung 27-29 Agustus 2026 mengangkat tema “Merayakan Cerita, Menghubungkan Sinema”. Tema tersebut menegaskan bahwa film bukan sekadar karya yang selesai diproduksi dan ditayangkan, melainkan sebuah narasi kehidupan.
Ia menilai Kalimantan Timur memiliki banyak potensi cerita yang layak diangkat ke layar lebar, mulai dari kehidupan masyarakat, kekayaan budaya, kelestarian lingkungan, hingga berbagai dinamika sosial. Oleh karena itu, festival ini dirangkai dengan Lomba Video Vlog dan Fotografi Ekonomi Kreatif (Ekraf).
“Film adalah cerita tentang manusia, tentang daerah, tentang pengalaman, tentang identitas dan tentang cara kita melihat kehidupan,” Ujar Muhammad Faisal.
Faisal menjelaskan bahwa ajang ini tidak berhenti pada kompetisi dan apresiasi karya semata. Festival ini sengaja membuka ruang diskusi, pemutaran film nonkompetisi, penguatan komunitas, hingga perluasan jejaring untuk mendorong kolaborasi lintas sektor.
Mantan Kepala Diskominfo Kaltim tersebut menegaskan pembangunan ekosistem perfilman yang sehat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah, komunitas, pelaku industri kreatif, dunia pendidikan, dunia usaha, media, serta masyarakat sebagai penonton.
“Kami berharap festival ini menjadi ruang tumbuh bagi talenta-talenta perfilman Kaltim. Bukan hanya melahirkan karya yang baik, tetapi juga membangun jejaring, membuka peluang kolaborasi, serta memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah,” Tuturnya.
Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh sineas dan peserta yang telah berpartisipasi dan berkompetisi dalam kegiatan tersebut. Faisal mendorong para pelaku kreatif lokal untuk terus konsisten menghasilkan karya dan berani mengangkat kearifan serta cerita dari daerah sendiri.
“Teruslah berkarya, teruslah bercerita, dan jangan takut mengangkat cerita dari tempat kita sendiri. Karena terkadang, cerita yang paling dekat dengan kita justru memiliki makna yang paling mendalam ketika dibagikan kepada dunia,” Kata Muhammad Faisal.


