Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM — Dua orang utan jantan keluar dari habitat hutan di Kalimantan Timur akibat minimnya sumber pakan dan air selama kemarau panjang, Sabtu (26/9/2026).
Kedua satwa tersebut ditemukan dalam waktu dan lokasi berbeda di wilayah Kalimantan Timur.
Salah satu orang utan ditemukan di Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada 14 September 2026.
Satwa berusia sekitar 25 hingga 30 tahun itu kemudian dievakuasi setelah mengalami malnutrisi dan dehidrasi berat.
Pendiri Conservation Action Network (CAN) Borneo Paulinus Kristanto mengatakan kondisi orang utan tersebut sangat lemah saat tiba di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam, Berau.
“Orang utan yang pertama kita rescue berusia 25 sampai 30 tahun dalam kondisi malnutrisi dan dehidrasi berat,” Ujar Paulinus Kristanto.
Sementara itu, orang utan jantan kedua yang diberi makan warga di pinggir jalan diketahui bernama Guru.
Karena masih sehat dan menunjukkan sifat liar, Guru langsung ditranslokasi ke kawasan hutan lindung hutan produksi PT Roy di Wahau.
Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyebut kemunculan orang utan berkaitan dengan minimnya ketersediaan pakan dan air di dalam hutan.
Sepanjang Juli hingga September 2026, BKSDA Kaltim mencatat sebanyak 13 individu orang utan telah berhasil diselamatkan dari kondisi yang mengancam keselamatan satwa.











