Findy Alfiansyah Penulis
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., hadir sebagai pembicara utama, menyampaikan materi bertema “Manajemen Konflik dan Problem Solving”. Materi ini dirancang untuk memperkuat kapasitas amil dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan zakat di daerah.
Dalam arahannya, Dr. Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus selaras dengan dinamika sosial dan ekonomi di setiap daerah. Meskipun pembangunan Kaltim pesat, ia mengingatkan masih ada kantong-kantong kemiskinan yang memerlukan bantuan.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan zakat memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan pengentasan kemiskinan di daerah.
“BAZNAS memegang posisi strategis untuk menyokong pembangunan daerah melalui pendayagunaan zakat yang tepat sasaran,” Ujar Zainut Tauhid Sa’adi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun. Indikator yang lebih penting adalah perubahan positif pada kehidupan mustahik setelah menerima manfaat zakat.
Zainut mendorong BAZNAS di Kalimantan Timur untuk terus menciptakan program inovatif yang berbasis kebutuhan masyarakat. Program-program ini harus memiliki dampak jangka panjang dan mampu menjawab kebutuhan riil umat.
Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan pentingnya penguatan tata kelola zakat di seluruh wilayah Kaltim agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran.
“Kita ingin BAZNAS Provinsi Kaltim, kabupaten dan kota bergerak dalam satu arah, menggunakan data yang semakin akurat, serta menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat,” Tegas Zainut Tauhid Sa’adi.
Zainut juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan positif pengelolaan zakat di Kalimantan Timur. Ia berharap capaian ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat peran BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga pengelolaan zakat di Kaltim semakin kuat, sehingga manfaatnya kian nyata dalam mendongkrak kesejahteraan umat,” Ujar Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, mengatakan bahwa pelaksanaan BSD dan Rakorda menjadi momentum penting. Acara ini digunakan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan merumuskan strategi pengelolaan zakat ke depan.
Ahmad Nabhan menegaskan komitmen BAZNAS Provinsi Kaltim untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pendistribusian zakat secara amanah dan tepat sasaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui lima pilar program utama.
“BAZNAS Provinsi Kaltim memiliki lima pilar program utama yang menjadi landasan dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa,”Jelas Ahmad Nabhan.
Ia berharap forum BSD dapat semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kaltim, dan BAZNAS kabupaten/kota. Dengan koordinasi yang lebih kuat dan arah kerja yang selaras, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan semakin efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.


