Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – Sebanyak 14 cabang olahraga terancam dicoret dari Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 akibat keterbatasan anggaran, Minggu (2/8/2026).
Panitia Besar (PB) Porprov bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terpaksa menyesuaikan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan. Dari 64 cabor yang direncanakan semula, hanya 50 yang kini masuk dalam rancangan pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Kalimantan Timur tersebut.
Pengurangan jumlah cabor ini merupakan konsekuensi dari keterbatasan anggaran yang tersedia untuk penyelenggaraan Porprov. Porprov VIII Kaltim sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 14–27 November 2026, dengan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah.
Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser, Abdi Permana, menjelaskan bahwa penyesuaian cabor ini sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Usulan awal sebesar Rp 60 miliar tidak dapat dipenuhi, karena Pemprov Kaltim hanya mengalokasikan bantuan sebesar Rp 20 miliar.
Abdi Permana menjelaskan bahwa keputusan mengurangi jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 diambil setelah melalui serangkaian rapat bersama KONI Kaltim serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kabupaten/kota. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap keterbatasan anggaran yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Menurut Abdi, pencoretan 14 cabang olahraga bukan keputusan yang mudah. Meski Kabupaten Paser sebagai tuan rumah memiliki kewenangan mengusulkan cabang olahraga yang dipertandingkan, seluruh keputusan tetap dibahas dan dikoordinasikan bersama KONI Kaltim agar tidak merugikan kepentingan pembinaan olahraga di daerah.
“Kami tidak ingin keputusan ini dipandang sebagai kepentingan sepihak. Semua dibahas bersama dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran, prestasi, serta potensi masing-masing cabang olahraga agar penyelenggaraan Porprov tetap berjalan optimal,” Ujar Abdi Permana.


