Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

REI Kaltim Tanggapi Keluhan Kontraktor Rumah MBR Samarinda

DPD REI Kalimantan Timur menanggapi keluhan kontraktor rumah MBR di Samarinda yang mengaku pembayaran tersendat akibat skema pembayaran dan kenaikan harga material. REI Kaltim dorong penyesuaian biaya.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – DPD REI Kalimantan Timur menanggapi keluhan kontraktor rumah MBR terkait pembayaran yang tersendat, Senin (27/7/2026).

Keluhan ini berasal dari perumahan di Jalan Ring Road II, Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang, Samarinda. Kontraktor bernama Win sebelumnya mengaku mendapat keuntungan tipis.

Ia harus menanggung biaya bahan material dan upah pekerja karena pembayaran baru diterima setelah proses penjualan dan pencairan pembiayaan selesai. Sementara itu, harga bahan baku sedang mengalami kenaikan sehingga kontraktor harus berhemat.

Article ad in the middle of article

Ketua DPD REI Kaltim, Wahyudi, menjelaskan bahwa skema pembangunan rumah MBR adalah wewenang masing-masing pengembang. Skema ini berisiko bagi kontraktor karena pembangunan dilakukan sebelum akad pembeli.

Meski berisiko bagi kontraktor, skema pembayaran ini justru dinilai aman bagi developer. Ini juga merupakan cara umum yang sering digunakan oleh para pengembang.

“Pembangunan dan permintaan harus seimbang, namun kembali pada kebijakan pengembang. Jika pembayaran kontraktor dilakukan setelah akad, maka risiko tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor,” Ujar Wahyudi.

Wahyudi menyarankan para kontraktor untuk lebih cermat dalam memilih developer dan menyiapkan alternatif kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Salah satu alternatifnya adalah membangun rumah hanya jika ada Surat Perintah Kerja (SPK) dari developer.

Cara ini akan membantu kontraktor tidak mengeluarkan modal terlalu besar, sesuai dengan jumlah rumah yang akan dibangun. Misalnya, kontraktor akan membangun 10 unit jika SPK yang keluar berjumlah 10 unit.

Sebagai Direktur Utama PT. Berlian Land, Wahyudi menilai program MBR sangat positif. Program ini membantu masyarakat mendapatkan rumah dengan harga yang lebih terjangkau.

Minat masyarakat di Samarinda terhadap hunian juga tergolong tinggi. Namun, ada beberapa faktor yang membuat calon pembeli mempertimbangkan keputusan mereka.

Faktor-faktor tersebut meliputi lokasi, pemilihan kualitas bangunan, dan fasilitas yang disediakan oleh developer. Jika ketiga faktor ini terpenuhi, konsumen di Samarinda cenderung cepat dalam melakukan pembelian.

Wahyudi juga membenarkan pernyataan kontraktor Win mengenai kenaikan harga bahan material. DPD REI Kaltim saat ini sedang mengupayakan penyesuaian biaya bahan baku dan transportasi.

Upaya ini dilakukan untuk menjamin kesejahteraan para pekerja dan kontraktor di lapangan. Hal tersebut penting agar proses pembangunan rumah, khususnya MBR, dapat terus berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Kita mengerti situasi ekonomi Indonesia sekarang enggak baik-baik saja. Jadi kami mendorong untuk penyesuaian biaya transportasi dan harga material. Itu yang kami dorong, tapi kalau untuk harga keuntungan dari developer-nya tidak,” Kata Wahyudi.

Article ad after last paragraph