Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Sensasi Berenang Bersama Ubur-ubur Tanpa Sengat di Danau Kakaban

Jelajahi keunikan Danau Kakaban di Berau, Kalimantan Timur, habitat ubur-ubur tanpa sengat. Nikmati pengalaman berenang bersama jutaan ubur-ubur langka di danau air asin purba ini.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BERAU Pulau Kakaban di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, merupakan destinasi wisata andalan dengan Danau Kakaban, danau air asin purba habitat ubur-ubur tanpa sengat, Kamis (23/7/2026).

Pulau Kakaban, yang berbentuk atol atau menyerupai angka sembilan, terletak di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua. Namanya berasal dari bahasa masyarakat setempat yang berarti memeluk, sesuai dengan daratannya yang mengelilingi danau besar di tengahnya.

Di tengah pulau ini, terdapat Danau Kakaban seluas sekitar 400 hektare yang diklaim sebagai danau air asin terbesar di dunia. Danau ini diperkirakan telah terbentuk sekitar dua juta tahun lalu akibat pengangkatan atol karang oleh aktivitas geologi.

Air laut yang sebelumnya terperangkap di dalam atol bercampur dengan air hujan dan tanah, menciptakan ekosistem air payau yang unik. Meskipun demikian, Danau Kakaban memiliki karst bawah tanah yang memungkinkan aliran air garam masuk ke dalamnya.

Article ad in the middle of article

Keunikan Danau Kakaban adalah rumah bagi empat spesies ubur-ubur tanpa sengat, yang merupakan daya tarik utama pulau ini. Spesies tersebut meliputi ubur-ubur emas (Mastigias cf. albipunctatus), ubur-ubur bulan (Aurelia sp.), ubur-ubur kotak (Tripedalia sp.), dan ubur-ubur terbalik (Cassiopea sp.). Populasi ubur-ubur emas dan terbalik menjadi yang paling banyak tercatat.

Ubur-ubur ini mengalami evolusi sehingga kehilangan kemampuan menyengat karena terisolasi dari laut lepas selama ribuan tahun. Oleh karena itu, wisatawan diperbolehkan berenang dan snorkeling bersama ubur-ubur tanpa khawatir terkena sengatan, selama tetap menjaga kelestarian habitatnya.

Selain ubur-ubur, Danau Kakaban juga menjadi habitat bagi berbagai biota endemik lain seperti teripang Kakaban (Synaptula spinifera), tunikata (Styela complexa), anemon, cacing pipih, spons laut, moluska, bintang ular, bintang laut, ganggang hijau Halimeda, dan puluhan jenis batu karang.

Pulau Kakaban ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 87/KEPMEN-KP/2016. Pemerintah juga telah menetapkan Danau Kakaban sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah sejak 2013, seperti dikutip dari laman Kementerian Pariwisata RI.

Aktivitas utama bagi wisatawan adalah berenang dan snorkeling bersama ubur-ubur tanpa sengat di air danau yang relatif tenang. Pengunjung dapat mengamati ribuan ubur-ubur berenang mengikuti cahaya matahari dari jarak sangat dekat.

Sebelum mencapai danau, wisatawan akan melewati jalur trekking jembatan kayu yang membelah hutan mangrove. Di sepanjang perjalanan singkat itu, wisatawan bisa menikmati udara segar dan mengamati burung atau hewan yang hidup di sana.

Pulau ini juga menawarkan hamparan pantai berpasir putih, tebing karst, serta laut biru jernih yang memanjakan mata. Pantai di sekitar Pulau Kakaban tidak kalah cantik karena di bawahnya terdapat gugusan terumbu karang yang masih terjaga.

Sebagai kawasan konservasi, pengunjung wajib mematuhi sejumlah aturan agar ekosistem Danau Kakaban tetap terjaga. Pengunjung wajib mencuci bersih seluruh peralatan menyelam sebelum masuk ke danau.

Selain itu, penggunaan tabir surya dan losion antinyamuk tidak direkomendasikan karena bahan kimianya bisa merusak ekosistem ubur-ubur. Berenang juga harus dilakukan secara perlahan tanpa menyentuh ubur-ubur, serta dilarang menggunakan fins atau peralatan scuba diving.

Danau Kakaban dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita dengan harga tiket masuk sekitar Rp 30.000 per orang. Untuk mencapai pulau ini, perjalanan biasanya dimulai dengan penerbangan menuju Bandara Kalimarau, Berau.

Dari bandara, wisatawan melanjutkan perjalanan darat sekitar 2-3 jam menuju Pelabuhan Tanjung Batu. Selanjutnya, perjalanan diteruskan menggunakan speedboat selama sekitar dua jam menuju Pulau Kakaban melalui perairan Kepulauan Derawan.

Meskipun perjalanan menuju Pulau Kakaban cukup panjang, semua akan terbayarkan dengan pengalaman berenang bersama ubur-ubur tanpa sengat. Pulau ini menawarkan pesona alam yang memukau dan pengalaman unik yang jarang ditemukan di tempat lain.

Article ad after last paragraph