Minggu, 06 September 2026
Hot

Pasir Kering Akibat Kemarau Hambat Penyu Bertelur di Pulau Sangalaki

Kekeringan di Pulau Sangalaki, Berau, Kaltim, telah mengganggu penyu yang hendak bertelur. Petugas menemukan banyak jejak penyu tanpa sarang atau telur.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Penyu di Pulau Sangalaki, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kesulitan bertelur akibat kemarau panjang yang menyebabkan pasir di wilayah tersebut sangat kering, Jum’at (4/9/2026).

Musim kemarau berkepanjangan telah mulai berdampak serius terhadap aktivitas penyu yang bertelur di Pulau Sangalaki. Kondisi pasir yang sangat kering membuat mereka kesulitan dalam proses menggali sarang.

Lubang yang digali oleh penyu kerap mudah longsor akibat tekstur pasir yang terlalu kering. Hal ini secara signifikan menghambat kemampuan penyu untuk berhasil menempatkan telurnya.

Article ad in the middle of article

Koordinator BKSDA Kaltim di Pulau Sangalaki, Arsad, menjelaskan bahwa wilayah tersebut sudah hampir dua bulan tidak diguyur hujan. “Pasirnya sangat kering karena hampir dua bulan belum ada hujan. Itu mengganggu penyu juga kalau datang bertelur malam di sini,” ujar Arsad dilansir detikKalimantan, Kamis, 3/9/2026.

Arsad menerangkan bahwa penyu biasanya akan menggali pasir untuk membuat sarang sebelum mengeluarkan telurnya. Namun, pada kondisi kemarau saat ini, proses tersebut berulang kali gagal karena pasir yang digali terus runtuh.

Petugas BKSDA yang secara rutin berpatroli setiap malam hanya menemukan jejak penyu tanpa adanya sarang maupun telur. Fenomena ini oleh petugas disebut sebagai penyu yang ‘memeti’ karena tidak berhasil bertelur.

“Dia datang, jejaknya terus gagal bertelur, pindah-pindah. Tiap malam kita patroli itu menemukan hanya saja,” Tambahnya.

Dalam beberapa kasus yang mengkhawatirkan, penyu bahkan ditemukan menghamburkan telurnya langsung di permukaan pasir. Arsad menduga kondisi ini terjadi karena penyu sudah tidak mampu lagi menggali sarang setelah berulang kali menemui kegagalan.

Dokumentasi BKSDA Kaltim menunjukkan petugas sedang mengevakuasi telur penyu di Pulau Sangalaki. Upaya ini menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan untuk menyelamatkan telur-telur penyu yang terancam.

Dampak kemarau ini menjadi tantangan besar bagi upaya konservasi penyu di Pulau Sangalaki. Petugas terus memantau dan berupaya mencari solusi untuk melindungi kelangsungan populasi penyu tersebut.

Article ad after last paragraph