Rabu, 07 Oktober 2026
Hot

Harga Getah Karet Naik, Produksi Petani Menurun

Harga getah karet di wilayah Kaltim mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir, namun produksi petani justru menurun akibat minimnya curah hujan.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Harga getah karet Kaltim naik menjadi Rp17 ribu per kilogram, namun produksi petani menurun akibat cuaca kering, Senin (5/10/2026).

Kenaikan harga tersebut terjadi dalam satu bulan terakhir dan menjadi kabar positif bagi petani karet.

Namun, kondisi itu tidak diikuti peningkatan hasil produksi. Petani justru mengalami penurunan jumlah getah yang dapat dipanen.

Article ad in the middle of article

Pada lahan seluas dua hektare, produksi getah karet turun dari sebelumnya 20 kilogram menjadi hanya 10 kilogram per minggu.

Penurunan produksi tersebut terjadi dalam beberapa bulan terakhir saat wilayah perkebunan mengalami kondisi cuaca kering.

Petani menyebut tidak adanya hujan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas tanaman karet.

Kondisi tersebut membuat hasil sadapan berkurang sehingga volume getah yang dapat dijual petani ikut menurun.

“Produksi getah karet di lahan seluas dua hektare kini hanya sekitar 10 kilogram per minggu, turun dari sebelumnya 20 kilogram,” Ujar salah seorang petani.

Meski harga jual meningkat, petani tetap menghadapi tantangan karena hasil produksi berkurang hingga separuh dari kondisi sebelumnya.

Petani berharap hujan kembali turun dan kondisi cuaca membaik sehingga produksi getah karet dapat meningkat kembali.

Article ad after last paragraph