Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – Neraca perdagangan Kalimantan Timur mencatat surplus 1,29 miliar dolar AS pada Agustus 2026, Sabtu (3/10/2026).
Surplus tersebut didorong nilai ekspor Kaltim yang mencapai 1,88 miliar dolar AS.
Meski turun 3,6 persen dibanding Juli 2026, ekspor masih tumbuh 2,85 persen secara tahunan.
Ekspor nonmigas mendominasi dengan kontribusi 95,40 persen dari total ekspor Kaltim.
“Secara umum struktur ekspor menurut sektor di Provinsi Kalimantan Timur didominasi oleh ekspor nonmigas dengan kontribusi sebesar 95,40 persen,” Ujar Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai.
Sektor pertambangan dan lainnya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai 1,24 miliar dolar AS atau 65,77 persen.
Sektor industri pengolahan menyumbang 557,17 juta dolar AS, sedangkan sektor migas mencapai 86,63 juta dolar AS.
Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor nonmigas dengan nilai 464,37 juta dolar AS, disusul India 267,42 juta dolar AS dan Filipina 206 juta dolar AS.
Sementara itu, nilai impor Kaltim mencapai 594,06 juta dolar AS atau turun 15,94 persen dari Juli 2026, tetapi meningkat 91,35 persen dibanding Agustus 2025.
Sebagian besar impor berupa bahan baku dan penolong senilai 575,42 juta dolar AS. Surplus perdagangan meningkat dibanding bulan sebelumnya, namun masih di bawah capaian Agustus 2025.











