Minggu, 18 Oktober 2026
Hot

Ekspor Kepiting Hidup Kaltim Tembus Rp13,44 Miliar

Ekspor kepiting hidup Kalimantan Timur menghasilkan devisa Rp13,44 miliar dengan volume 85,86 ton ke China, Malaysia, dan Singapura pada September 2026.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Ekspor kepiting hidup Kaltim menghasilkan devisa Rp13,44 miliar dengan volume 85,86 ton ke China, Malaysia, dan Singapura selama September 2026, Minggu (18/10/2026).

Capaian tersebut menempatkan kepiting hidup sebagai komoditas ekspor perikanan terbesar kedua di Kaltim setelah udang windu beku.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Irma Listiawati, menyebut permintaan pasar internasional terhadap kepiting hidup dari perairan pesisir Kaltim masih tinggi.

Article ad in the middle of article

“Capaian nilai ekspor kepiting hidup pada bulan September mencatatkan angka Rp13,44 miliar dengan volume 85,86 ton,” Kata Irma.

Berdasarkan data Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP) Balikpapan, total nilai ekspor hasil perikanan Kaltim mencapai Rp65,39 miliar pada September 2026, dengan volume pengiriman sebesar 360,32 ton.

Udang windu beku masih mendominasi nilai ekspor perikanan daerah dengan sumbangan devisa Rp35,14 miliar dari volume 137,73 ton.

Sementara itu, udang pink beku menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor Rp10,40 miliar. Adapun udang putih beku menyumbang devisa sekitar Rp2 miliar pada periode yang sama.

Komoditas ikan segar juga berkontribusi terhadap ekspor perikanan Kaltim. Bawal segar mencatatkan nilai ekspor Rp1,55 miliar, sedangkan kerapu segar menyumbang Rp1,04 miliar.

Irma mengatakan permintaan pasar internasional terhadap kepiting hidup asal Kaltim tercatat tinggi dan stabil. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperluas pemasaran komoditas perikanan daerah ke pasar global.

“Peningkatan daya saing produk perikanan daerah dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi subsektor laut,” Ungkap Irma.

DKP Kaltim terus mendorong peningkatan daya saing produk perikanan melalui pemenuhan standar kebersihan dan jaminan mutu. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Article ad after last paragraph