Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – DPKH Kaltim mendorong urban farming terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan, Rabu (29/07/2026).
Komoditas peternakan dinilai memiliki kontribusi krusial dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Sektor ini juga penting untuk menjaga ketersediaan pangan serta mendukung pengendalian inflasi daerah.
Kepala DPKH Kaltim, Arief Murdiyatno, menyampaikan bahwa pengembangan peternakan berbasis keluarga terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Langkah ini juga efektif dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Arief memaparkan hal tersebut dalam forum penguatan ketahanan pangan keluarga melalui urban farming terintegrasi. Acara penting itu diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Samarinda.
“Komoditas peternakan memiliki kontribusi penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, menjaga ketersediaan pangan, serta mendukung pengendalian inflasi melalui peningkatan produksi dan distribusi pangan asal ternak,” Ujar Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno.
Melalui kemandirian produksi pangan asal ternak di lahan pekarangan atau perkotaan, keluarga-keluarga di Kaltim diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar. Kemandirian pangan di tingkat tapak ini secara perlahan akan membantu menstabilkan ketersediaan stok daging atau telur di pasaran.
Kondisi ini pada akhirnya akan memutus mata rantai lonjakan harga kebutuhan pokok. Lonjakan harga tersebut seringkali menjadi penyebab utama inflasi.
Untuk mewujudkan ekosistem peternakan perkotaan yang berkelanjutan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. DPKH Kaltim terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan serta pemerintah kabupaten/kota.
Pihaknya berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat mempertajam implementasi urban farming terintegrasi di tengah masyarakat. Tujuannya adalah terwujudnya sistem pangan berkelanjutan, pemenuhan gizi keluarga terjamin, serta stabilitas harga di Kalimantan Timur.


