Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

BPBD Kaltim Usulkan Modifikasi Cuaca Atasi Kekeringan

BPBD Kaltim usulkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada BNPB untuk atasi kekeringan dan karhutla. Tujuannya menambah curah hujan dan debit air embung.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – BPBD Kaltim mengusulkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada BNPB untuk mengatasi kekeringan dan mencegah karhutla, Rabu (19/8/2026).

Usulan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini diajukan sebagai langkah strategis untuk menghadapi berbagai dampak kekeringan yang sering melanda wilayah Kalimantan Timur selama musim kemarau. Kekeringan berpotensi menyebabkan krisis air bersih dan mengancam produktivitas lahan pertanian.

Di samping itu, OMC juga dipersiapkan secara khusus untuk mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang merupakan masalah lingkungan tahunan di Kaltim. Penanggulangan karhutla memerlukan pendekatan komprehensif, termasuk penambahan curah hujan.

Article ad in the middle of article

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca memiliki beragam tujuan penting. Salah satunya adalah untuk secara aktif menambah curah hujan di area yang membutuhkan.

Tujuan lain dari rekayasa cuaca ini adalah untuk secara signifikan meningkatkan debit air pada embung-embung dan penampungan air yang ada. Peningkatan ini krusial untuk memastikan ketersediaan pasokan air bagi masyarakat dan sektor vital lainnya.

“Sebenarnya ada beberapa tujuan untuk OMC atau operasi modifikasi cuaca ini. Salah satunya untuk pemadaman kebakaran, menambah curah hujan, dan kedua menambah debit air atau mengisi embung-embung serta penampungan air terutama di daerah yang terjadi kekeringan,” Ujar Buyung Dodi Gunawan.

Usulan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini diharapkan dapat segera direspon dan ditindaklanjuti. Dukungan dari BNPB akan sangat membantu dalam implementasi operasi yang membutuhkan sumber daya dan teknologi khusus ini.

Langkah proaktif BPBD Kaltim melalui pengusulan OMC mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mitigasi bencana. Hal ini sekaligus menunjukkan upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan serta melindungi masyarakat dari risiko kekeringan dan karhutla yang terus mengancam.

Pelaksanaan operasi ini dinilai penting untuk menjamin stabilitas pasokan air di musim kemarau panjang. Selain itu, potensi kerugian akibat karhutla yang merusak ekosistem dan ekonomi juga diharapkan dapat diminimalisir secara efektif.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk adaptasi terhadap perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem. BPBD Kaltim terus berupaya mencari solusi inovatif untuk tantangan bencana yang kompleks.

Article ad after last paragraph