Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – APBD Kalimantan Timur 2027 turun menjadi Rp12,1 triliun, membuat porsi belanja pegawai meningkat hingga melampaui 30 persen, Rabu (29/7/2026).
Penyusutan APBD Kaltim 2027 mulai berdampak pada struktur belanja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya porsi belanja pegawai yang kini melampaui batas ideal pemerintah.
Kondisi tersebut diungkapkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kaltim saat rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim dalam pembahasan rancangan awal APBD 2027.
Sekretaris Daerah Kaltim sekaligus Ketua TAPD, Sri Wahyuni, mengatakan mengecilnya postur APBD membuat persentase belanja pegawai ikut meningkat.
“Dengan APBD yang turun, persentase belanja pegawai otomatis naik. Saat ini porsinya sudah lebih dari 30 persen atau mendekati 31 persen, dengan nilai hampir Rp4 triliun,” Ujar Sri Wahyuni.
Dalam pembahasan tersebut, TAPD juga memaparkan komposisi belanja daerah, meliputi belanja wajib (mandatory spending), belanja prioritas, serta alokasi hibah dan bantuan sosial pada APBD 2027.


