Rabu, 26 Agustus 2026
Hot

Hari Mangrove Sedunia: Pemprov Kaltim Tanam Ribuan Bibit di Balikpapan

Pemprov Kaltim menanam 2.200 bibit mangrove di Pantai Lamaru Balikpapan menyambut Hari Mangrove Sedunia 26 Juli. Aksi ini bagian gerakan nasional dipimpin Gubernur Rudy Mas'ud.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, BALIKPAPAN – Menyambut Hari Mangrove Sedunia, Pemprov Kaltim akan menanam 2.200 bibit di Pantai Lamaru sebagai bagian dari aksi serentak nasional, Senin (20/7/2026).

Kegiatan tersebut akan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menunjukkan komitmen penuh pemerintah daerah terhadap isu lingkungan. Penanaman bibit mangrove ini bertujuan memperkuat perlindungan pesisir dan ekosistem.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, Joko Istanto, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan inisiatif dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Secara nasional, kegiatan serupa akan dipusatkan di Bali, sementara aksi di Kaltim berlokasi di Pantai Lamaru.

“Secara nasional, kegiatan akan dipusatkan di Bali, sementara aksi pelestarian lingkungan di Pantai Lamaru ini direncanakan akan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud,” ujar Joko Istanto.

Article ad in the middle of article

Joko juga menegaskan pentingnya sinergi dan gotong royong seluruh elemen terlibat untuk menyukseskan acara ini. Keberhasilan acara bergantung pada kolaborasi nyata berbagai perangkat daerah, instansi vertikal, dan mitra lingkungan.

Peringatan Hari Mangrove tahun ini memiliki makna mendalam bagi Kaltim sebagai benteng penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Ekosistem mangrove sangat krusial melindungi kawasan daratan pantai dari abrasi, gelombang besar, serta intrusi air laut.

Selain itu, mangrove menjadi habitat alami bagi komoditas pesisir seperti ikan, kepiting, dan udang yang menopang ekonomi nelayan lokal. Mangrove juga berfungsi sebagai gudang karbon biru yang efektif menekan emisi gas rumah kaca demi mitigasi perubahan iklim global.

Pemprov Kaltim berharap peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Aksi ini diharapkan memantik kesadaran kolektif berkelanjutan agar gerakan menjaga, merawat, dan menanam mangrove menjadi gaya hidup masyarakat demi mewariskan lingkungan sehat bagi generasi masa depan.

Article ad after last paragraph