Jumat, 16 Oktober 2026
Hot

BPK Kaltim Fasilitasi Pameran Seni Maestro Cadio Tarompo

Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim memfasilitasi pameran retrospektif "Jejak Waktu: 55 Tahun Perjalanan dalam Karya" oleh maestro Cadio Tarompo di Samarinda pada 27 Juli 2026, sebagai bagian program pemajuan kebudayaan.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, KALTIM – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kalimantan Timur memfasilitasi pameran tunggal maestro seni rupa Cadio Tarompo bertajuk “Jejak Waktu: 55 Tahun Perjalanan dalam Karya”, Selasa (28/7/2026).

Pameran retrospektif tersebut akan digelar di Kompleks Kantor BPK Kaltim, Jalan Rifadin, Samarinda, dengan menampilkan perjalanan berkarya Cadio selama lebih dari lima dekade.

Kepala BPK Kaltim, Lestari, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada para pelaku budaya melalui program prioritas Kementerian Kebudayaan.

Article ad in the middle of article

“Pameran Pak Cadio Tarompo ini difasilitasi penuh oleh BPK Kaltim sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku budaya di daerah,” Ujar Lestari.

Menurutnya, seni rupa dipilih agar para perupa memiliki ruang lebih luas untuk memamerkan karya sekaligus mendokumentasikan perjalanan budaya bangsa.

Pameran ini juga menjadi arsip visual yang merekam proses kreatif Cadio Tarompo selama 55 tahun berkarya dan diharapkan menjadi referensi sejarah kebudayaan.

BPK Kaltim menilai karya-karya tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda sekaligus memperkaya dokumentasi seni rupa Indonesia.

Cadio Tarompo, yang bernama asli Ariyadi, dikenal sebagai perupa senior asal Kalimantan Timur dengan ciri khas lukisan realis, hiperrealis, dan teknik warna negatif.

Karier profesionalnya dimulai sejak 1990, dengan karya yang telah dipamerkan di berbagai negara seperti China, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, hingga Jerman.

Melalui pameran ini, BPK Kaltim berharap semakin banyak seniman lokal memperoleh kesempatan serupa untuk memperkenalkan karya sekaligus memperkuat pelestarian kebudayaan daerah.

Article ad after last paragraph