Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM — Kaltim mendatangkan 16.000 ton beras dari Sulsel dan Jatim untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah ancaman kekeringan, Kamis (24/9/2026).
Pasokan tersebut didatangkan karena musim kemarau berdampak terhadap panen dan produksi beras lokal di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah berupaya memperkuat cadangan pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.
Beras dari dua provinsi sentra produksi tersebut menjadi tambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kaltim.
“Kita mendatangkan pasokan beras dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat di tengah kondisi kekeringan,” Ujar pemerintah daerah.
Pasokan 16.000 ton tersebut diharapkan dapat memperkuat stok beras di daerah dan menjaga ketersediaan komoditas pangan pokok.
Selain menjaga stok, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi potensi gejolak harga selama musim kemarau.
Kondisi kekeringan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi produktivitas pertanian dan hasil panen beras lokal.
Dengan tambahan pasokan dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, kebutuhan masyarakat diharapkan tetap dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Pemerintah Kaltim terus memperkuat ketersediaan cadangan pangan untuk menghadapi dampak kekeringan dan menjaga stabilitas pangan di daerah.











