Findy Alfiansyah Penulis
Andi Satya menekankan bahwa Musda ini merupakan ruang evaluasi dan konsolidasi, bukan hanya sekadar pergantian atau penetapan kepengurusan baru. Ia menilai tantangan Golkar Samarinda ke depan tidaklah ringan.
Oleh karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu melahirkan semangat dan pola kerja yang berbeda. Bagi Andi Satya, Musda harus menghasilkan semangat baru, budaya baru, etos kerja baru, serta komitmen baru untuk membawa Golkar kembali menjadi kekuatan politik terdepan di Samarinda.
“Musda ini bukan hanya sekadar event lima tahunan. Ini momentum kita melakukan evaluasi, memperkuat soliditas Partai Golkar, mempererat persaudaraan, dan menyusun arah perjuangan Partai Golkar lima tahun ke depan,” Ujar Andi Satya Adi Saputra.
“Lebih penting daripada itu, Musda bisa menghasilkan semangat baru, budaya baru, etos kerja baru dan komitmen baru untuk kembali menjadikan Partai Golkar sebagai kekuatan politik terdepan di Kota Samarinda,” Tegasnya.
Target tersebut tidak berdiri sendiri, karena Andi Satya secara terbuka mengarahkan konsolidasi Golkar Samarinda menuju Pemilu 2029. Ia berkaca pada capaian Golkar Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Rudi Mas’ud.
Pada Pemilu sebelumnya, Golkar Kaltim berhasil meraih suara terbanyak dan mengamankan 15 kursi di DPRD Provinsi Kaltim. Kata Andi Satya, capaian itu harus menjadi motivasi sekaligus cambuk bagi kader Golkar di tingkat kabupaten dan kota.


