Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, KALTIM – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menawarkan potensi Teluk Balikpapan kepada investor global dalam Mahakam Investment Forum 2026 di Samarinda, Rabu (21/10/2026).
Rudy menyebut Balikpapan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri, perdagangan, dan logistik yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Balikpapan sangat potensial. Balikpapan seperti Singapuranya Indonesia,” Ujar Rudy Mas’ud.
Ia menjelaskan, Balikpapan memiliki kilang minyak berkapasitas 360.000 barel per hari serta pelabuhan internasional yang mampu menampung kapal hingga 100.000 ton.
Selain itu, kawasan tersebut didukung industri hilirisasi nikel, pengolahan batu bara, pembangkit listrik independen atau Independent Power Plant (IPP), serta pemurnian minyak sawit.
Potensi komoditas Kalimantan Timur juga dinilai membutuhkan dukungan logistik yang besar. Produksi batu bara yang mencapai 360 juta metrik ton dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar 5 juta ton per tahun diperkirakan membutuhkan sedikitnya 1.000 unit kapal logistik.
Dalam forum tersebut, pemerintah menawarkan 11 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang telah dikurasi oleh Regional Investment Relations Unit untuk menarik minat investor.
Pemprov Kaltim juga mendorong kemudahan berusaha melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA), disertai insentif fiskal dan nonfiskal. Realisasi investasi daerah tercatat meningkat dari Rp76 triliun pada 2024 menjadi Rp87 triliun pada 2025.
Rudy turut memaparkan peluang investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur serta kawasan industri Bontang. Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan ekonomi biru dan memperkuat jalur ekspor produk perikanan agar tidak bergantung pada transit melalui Surabaya atau Jakarta.
Mahakam Investment Forum 2026 merupakan hasil kerja sama Pemprov Kaltim, Bank Indonesia, dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Forum tersebut dihadiri pejabat daerah serta perwakilan diplomatik dari 11 negara sahabat untuk menjajaki peluang kerja sama dan investasi di Kalimantan Timur.








